Berhari-hari lamanya pikiranku mulai terusik teringat hasil pertemuan
terakhir dengan teman-teman baruku. Teman-teman yang oleh Allah SWT
dipertemukan denganku dengan karakter mereka yang unik-unik. Tujuan kami bertemu
kemarin memang masih membahas hal yang sama seperti dengan pertemuan minggu
lalu. Essay begitulah tema yang senantiasa kami dengungkan tatkala kami saling
bertukar ide.
Tema essay yang kami tulis pun masih buram rasanya. Belum ada satu
pilihan jatuh kepada salah satu dari beberapa judul yang sempat diutarakan oleh
teman-teman. Rasanya pijaran lampu ideku pun tak mampu menembus hingga
menemukan tema yang tepat. Perjalanan selama kuliah 4 tahun lamanya rasanya
terlalu panjang hingga saya sendiri pun lupa sebenarnya apa yang menarik dari
perjalanan studi saya selama ini.
Berbicara soal essay tentu bukanlah suatu pengetahuan baru bagi diri
saya sendiri dan tema-teman. Mempelajari tentang bahasa Indonesia sekian
lamanya tentu membuat kami tidak asing lagi dengan istilah essay. Akan tetapi
belakangan ini essay mulai memenuhi pikiran kami karena kami berkewajiban harus
menulis dalam bentuk essay. Berdasarkan
pemahaman saya dari teman-teman yang lebih memahami tentang essay, essay saya
simpulkan sebagai salah bentuk karangan bebas. Bebas sebebas kami yang bahkan
rasanya ingin menulis cerita curahan hati kami masing-masing dalam essay
tersebut.
Belakangan saya mulai memahami essay yang akan kami tulis tidak sedekar
curahan hati kami saja. Pesan kami harus tersampaikan kepada pembaca terutama
mengenai bagaimana sebenarnya kami bisa berproses hingga berada di titik ini.
Rasanya kalau dibayangkan menulis hal semacam itu agak sulit bagi kami yang
belum pernah menulis essay. Namun perbincangan kami dalam pertemuan yang tidak
terasa sudah sampai pertemuan kedua membuat saya dan teman-teman tidak patah
semangat dan ma uterus belajar.
Masing-masing dari kami memiliki ciri khas tulisan masing-masing.
Walaupun saya awalnya minder untuk memulai menulis dengan bahasa saya yang
terkesan apa adanya. Saya tidak bisa menulis dengan banyak pilihan diksi yang
bagus dan tepat. Mungkin karena terbiasa sering menulis buku harian ya saya
jadi menulis semacam ini. Ah entahlah, saya hanya berusaha untuk menulis. Saya
tidak tertinggal bukan? Semoga saja tidak, karena pepatah mengatakan tidak ada
kata terlambat untuk belajar. Seperti belajar untuk menulis essay, walaupun
tidak bisa memilih diksi yang tepat tapi saya berharap kelak saya juga akan
menulis essay sesuai dengan aturan dan gaya menulis saya.
Tulislah
apa yang ingin kamu tulis…
Seperti
menulis setiap target mimpi yang ingin kamu raih…
Tugasmu
hanya menulis…
Tidak
peduli nantinya tulisanmu akan kau coret kapan…
Pastinya
keyakinan bahwa tulisan mimpi itu akan tercoret akan membawamu pada raihan
impianmu itu..
#Fajarmenulis_140318
Tidak ada komentar:
Posting Komentar