“Zoa..”
Pangglan
itu memecah konsentrasi Zoa pada Sobota yang tengah ia baca. Ia menoleh, lalu
membenarkan kacamatanya dan kembali lagi membaca buku tebalnya itu.
“Hey..”
Seseorang
menepuk bahunya. Ia pun segera menutup bukunya lalu berkata..
“Ada
apa Ogi???”
“Dari
tadi dipanggil-panggil nggak nyahut lagi..”
“Penting
emang??? Week.. :P”, balasnya sambil melet.
“Waduh
ini anak.. Ada kabar bagus ni..”
“Kabar
apaan sih Parasitologi yang ganteng, baik hati dan tidak sombong…”
“Wah..
Pandai juga kau merayuku Zoa, haha..”
“Cepetan
dong.. Penasaran aku Ogi..”
“Ada
lomba karya tulis ilmiah ni.. ayo ikut..”
“Temanya
apa dulu?? kalau ada hubungannya ma jurusan kita sih aku mau aja ikut Ogi..”
“Temanya
tentang teknologi alternatif pengganti Bensin..”
“Hem,,
aku mikir-mikir dulu deh,,, bentar lagi aku ujian blok anatomi nih..”
“Wah..
Gak asik kau ini Zoa.. Walaupun kamu ini Protozoa alias hewan bersel satu harus
tetep semangat dong.. Masak gak bisa sih ngadepi ujian blok anatomi..”
“Hem,,
iya iya Parasitologi… kasih waktu buat aku mikir sejenak,, Jadwalku full tahu..
takut gak bisa kelompok bareng..”
“Okelah..
aku tunggu besok pagi di laboratorium anatomi ya..”
“Oke
Ogi…”
“Ya
udah,, aku pulang dulu ya,, bye.. “
“Bye
Ogi..”
Parasitologi yang akrab dipanggil
Ogi ini melambaikan tangan sambil berlalu dari pandangan Zoa. Ogi adalah
mahasiswa jurusan keperawatan di salah satu universitas swasta di Surabaya.
Sedangkan Zoa yang memiliki nama lengkap Protozoa merupakan mahasiswi
pendidikan dokter di universitas yang sama. Mereka sudah lama bersahabat dari
awal SMA hingga sekarang ketika mereka sudah duduk di semester 2. Karena sudah
bersahabat itulah mereka sangat akrab, sehingga kalau ada lomba-lmba mereka
selalu ikut bersama.
Torachalis
dada
Abdomen
perut
Pelvis
panggul
Oris
itu mulut
“Waduh..
istilahnya banyak banget… Hm.. Aku harus banyak belajar ini, Tetapi tawaran Ogi
bagus juga,, aku tertarik untuk ikut.. Tapi.. Tapi..”
Zoa terus saja bilang tapi. Ia
sebenarnya ingin sekali ikut,, tapi. tapi.. dan tapi.. Oh My God.. Terlalu
banyak tapi di dalam hidup itu tidak baik. Karena tapi hanya akan menjadi
alasan bahwa sesunggunya kalian ingin tetapi tidak segera bertindak. Oleh sebab itulah, jangan terlalu banyak
tapi jika kalian ingin kalian harus segera bertindak jangan hanya diam. (Little
Zee)
Sampai di rumah Zoa hanya diam. Dia
benar-benar bingung. Dia harus ikut atau tidak sebenarnya. Dia sangat bingung.
Apalagi istilah-istilah anatomi begitu mengusik pikirannya.
Anterior
ke arah depan
Posterior
kea rah belakang
Medial
Mmendekati sumbu tubuh
Lateral
menjauhi sumbu tubuh
Brachii
lengan atas
Antebrachii
lengan bawah
Femoris
paha atas
Manus
tangan
Pedis
kaki
“Hwahaha…
Pusing aku,, tidur dulu ah..”
***
Jam baru menunjukkan pukul 8 pagi.
Tidak seperti biasanya Ogi sudah stand by di depan laboratorium anatomi. Ia
sudah rapi sekali, tapi bukan waktunya ia praktikum hari ini. Dia sedang
menunggu Zoa, sahabat baiknya.
“Zoa
mana ya.. Kok belum datang,,”, katanya sambil melihat jam.
5
menit kemudian….
“Hai
Ogi..”
“Hai
Zoa..”, jawab Ogi sambil tersenyum manis.
“Aku
gak bisa Ogi,,,,,,.”
“Nggak
bisa..”, jawab Ogi langsung lemas.
“Nggak
bisa nolak buat ikut, haha..”
“Yeyeye
Lalala… Yeyeye Lalala..”
“Oke
deh, tapi siapa yang satu lagi???”
“Iya
ya.. siapa ya??”
Tiba-tiba…
Os.
Occipitale tulang kepala belakang
Os.
Temporale Tulang belakang
Os.
Sphenoidale Tulang baji
Os
Frontale Tulang dahi
Os
Maxilla tulang rahang atas
“Sella..”,
teriak Zoa dan Ogi.
“Hah..
Kalian memanggilku..”, jawab cewek yang sedang menghafalkan bagian cranium
(kepala) ini.
“Iya
Sell..”, jawab Zoa
“Ada
apa Zoa???”
“Ayo
ikut lomba KTI..”
“KTI??
Apaan itu???”
“Gubrak,,
KTI gak tahu,,”, Ogi kaget.
“Nggak..
Emang apa??”, tanya Sella polos.
“Karya
tulis ilmiah Sell..”
“Wah..
Mau dong ikutan…”
“Yey…”,
teriak Zoa dan Ogi bebarengan.
Sella adalah anggota terakhir yang
masuk dalam kelompok KTI tersebut. Sella adalah mahasiswi peternakan yang
hobinya main ke fakultas kedokteran. Mahasiswi yang satu ini memang aneh,
materi yang dihafalkan pun juga tidak sesuai dengan jurusannya. Bayangkan saja,
dia baru saja menghafalkan nama tulang-tulang (osteo) bagian cranium manusia.
Padahal kan seharusnya dia menghafalkan tentang sapi, ayam dan sebagainya
tentang hewan.
***
Mereka kerja cepat, mereka tak mau
buang-buang waktu lagi. Mereka pun mencoba mencari ide bahan apa yang bisa
digunakan untuk menggantikan bensin sebagai bahan bakar utama. Mereka pun
segera mencari referensi di perpustakaan kota dan searching di internet. Mereka
pun menemukan ampas tebu sebagai bahan bakar yang bisa dioplos untuk mengurangi
kadar bensin yang digunakan. Dari ampas tebu diperoleh etanol yang memiliki
struktur yang hampir mirip dengan bensin. Mereka pun segera menyiapkan
segalanya. Mulai dari ampas tebu hingga peralatan yang akan dibuat. Untuk
masalah bahan-bahan Ogi menyerahkannya pada Zoa dan Sella. Sedang untuk
peralatannya ia sanggup untuk membuatnya.
Selama berhari-hari tak ada yang
bisa tidur nyenyak, semua tak sabar menunggu hari esok agar percobaan ini
segera selesai dan membuahkan hasil. Mereka melakukan pengamatan di rumah Sella
yang lebih dekat dengan laboratorium kampus. Untuk ampas tebu sendiri mereka
memperolehnya dari hasil meminta dari penjual es tebu yang dibuang begitu saja.
Sedangkan peralatan yang mereka gunakan adalah hasil recycle dari panci, pipa
dan bak yang serba tidak digunakan lagi.
Pertama-tama mereka memasukkan ampas
tebu, ragi beserta air dalam sebuah pipa bekas yang telah diberi penutup di
bagian atas dan bawah. Namun di bagian bawah ada selang untuk mendapatkan
etanolnya. Setelah 3 hari etanol dikumpulkan segera dilakukan destilasi dengan
alat yang telah dibuat oleh Ogi tadi. Destilasi dilakukan di atas api yang
terus membara.
Sungguh perjuangan mereka sangat
besar. Mereka melakukan destilasi ketika hujan deras tengan melanda perumahan
Sella. Oh my God mereka menunggu destilasi sambil membawa paying dan menahan
dinginnya air hujan karena destilasi dilakukan di luar untuk memperoleh hasil
yang bagus. Namun ternyata Allah SWT berkata lain percobaan mereka gagal. Hanya
sedikit etanol yang bisa keluar. Belakangan diketahui bahwa penyebabnya adalah
Karena kebocoran alat. Tak patah semangat Ogi segera memperbaikinya keesokan
harinya.
Karena kegagalan itulah mereka
memtuskan untuk melakukan percobaan di waktu yang tersisa. Walaupun hasilnya
tetap nihil hasil etanol untuk pendestilasian kedua lumayan banyak, maka
diputuskan untuk mendestilasi ulang untuk memperoleh kualitas etanol yang baik.
Pendestilasian kedua dilakukan di laboratorium kimia kampus. Zoa dan Sella
bertugas mengamati percobaan karena ketika itu Ogi sedang ada ujian. Namun
tiba-tiba,, “PRAKKK” tempat pendstilasinya pecah dan semua etanolnya tumpah,,
Astaghfirulloh.. Zoa dan Sella langsung mengambili setitik demi setitik dari
etanol tersebut. Mereka pun melanjutkan destilasi dengan sisa etanol.
Ketidakputusasaan itulah yang
membuat dosen pembimbing mereka Ibu Cardiovasculer memberikan semangat yang
tidak habisnya dan penghargaan buat mereka bertiga. Begitu juga dengan Mas
Lobus sang penjaga Laboratorium, ia begitu kagum dengan kegigihan ketiga anak
ini. Tak ayal ini membuat ia memberikan bantuan pada Zoa, Ogi dan Sella ketika
percobaan, bahkan pernah mereka diajak ngobrol bersama untuk mengusir ngantuk.
Selesai melakukan penelitian mereka
membuat laporan hasil penelitian mereka. Untuk masalah ini Zoa yang memimpin,
walaupun ketuanya Ogi untuk menangani masalah ini Zoa lah ahlinya. Karena Zoa
KTI ini selesai dalam waktu kurang lebih 3 hari. Namun sebelum dikumpulkan
mereka minta pertimbangan Dosen Pembimbing kedua mereka Ibu Neurotransmitter,
beliau adalah salah satu pemenang lomba KTI tingkat Dosen di kampus mereka.
Hanya dalam waktu semalam KTI tersebut dorevisi. Karena keesokan harinya KTI
nya harus dikumpulkan. Karena telah kehabisan waktu mereka mengirimkannya
langsung ke tempat lomba. Semua butuh perjuangan, untuk mengantarkan berkas
mereka menemui banyak halangan dan rintangan. Namun mereka tak surut, mereka
tetap semangat untuk mengirimkan berkas mereka ke tempat tersebut dengan
selamat.
***
Pada akhirnya mereka BELUM MENANG.
Mengapa belum menang??? Mereka yakin jika suatu saat nanti mereka akan menang,
maka dari itu mereka tetap semangat untuk berkarya dan melakukan penelitian.
Karena bagi mereka “Masih banyak jalan
menuju Roma” (Ogi, Zoa, Sella).
Hingga cerita ini dibuat tak satupun
dari mereka yang berhenti berkarya walaupun telah terpisah jarak dan waktu.
Kenangan bersama melakukan penelitian ilmiah ini tak akan pernah mereka bisa
lupakan hingga akhir hayat mereka.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar