Jumat, 11 September 2015

POSTERIOR VIEW OF PENELITIAN ILMIAH

“Zoa..”
Pangglan itu memecah konsentrasi Zoa pada Sobota yang tengah ia baca. Ia menoleh, lalu membenarkan kacamatanya dan kembali lagi membaca buku tebalnya itu.
“Hey..”
Seseorang menepuk bahunya. Ia pun segera menutup bukunya lalu berkata..
“Ada apa Ogi???”
“Dari tadi dipanggil-panggil nggak nyahut lagi..”
“Penting emang??? Week.. :P”, balasnya sambil melet.
“Waduh ini anak.. Ada kabar bagus ni..”
“Kabar apaan sih Parasitologi yang ganteng, baik hati dan tidak sombong…”
“Wah.. Pandai juga kau merayuku Zoa, haha..”
“Cepetan dong.. Penasaran aku Ogi..”
“Ada lomba karya tulis ilmiah ni.. ayo ikut..”
“Temanya apa dulu?? kalau ada hubungannya ma jurusan kita sih aku mau aja ikut Ogi..”
“Temanya tentang teknologi alternatif pengganti Bensin..”
“Hem,, aku mikir-mikir dulu deh,,, bentar lagi aku ujian blok anatomi nih..”
“Wah.. Gak asik kau ini Zoa.. Walaupun kamu ini Protozoa alias hewan bersel satu harus tetep semangat dong.. Masak gak bisa sih ngadepi ujian blok anatomi..”
“Hem,, iya iya Parasitologi… kasih waktu buat aku mikir sejenak,, Jadwalku full tahu.. takut gak bisa kelompok bareng..”
“Okelah.. aku tunggu besok pagi di laboratorium anatomi ya..”
“Oke Ogi…”
“Ya udah,, aku pulang dulu ya,, bye.. “
“Bye Ogi..”
            Parasitologi yang akrab dipanggil Ogi ini melambaikan tangan sambil berlalu dari pandangan Zoa. Ogi adalah mahasiswa jurusan keperawatan di salah satu universitas swasta di Surabaya. Sedangkan Zoa yang memiliki nama lengkap Protozoa merupakan mahasiswi pendidikan dokter di universitas yang sama. Mereka sudah lama bersahabat dari awal SMA hingga sekarang ketika mereka sudah duduk di semester 2. Karena sudah bersahabat itulah mereka sangat akrab, sehingga kalau ada lomba-lmba mereka selalu ikut bersama.
Torachalis dada
Abdomen perut
Pelvis panggul
Oris itu mulut
“Waduh.. istilahnya banyak banget… Hm.. Aku harus banyak belajar ini, Tetapi tawaran Ogi bagus juga,, aku tertarik untuk ikut.. Tapi.. Tapi..”
            Zoa terus saja bilang tapi. Ia sebenarnya ingin sekali ikut,, tapi. tapi.. dan tapi.. Oh My God.. Terlalu banyak tapi di dalam hidup itu tidak baik. Karena tapi hanya akan menjadi alasan bahwa sesunggunya kalian ingin tetapi tidak segera bertindak. Oleh sebab itulah, jangan terlalu banyak tapi jika kalian ingin kalian harus segera bertindak jangan hanya diam. (Little Zee)
            Sampai di rumah Zoa hanya diam. Dia benar-benar bingung. Dia harus ikut atau tidak sebenarnya. Dia sangat bingung. Apalagi istilah-istilah anatomi begitu mengusik pikirannya.
Anterior ke arah depan
Posterior kea rah belakang
Medial Mmendekati sumbu tubuh
Lateral menjauhi sumbu tubuh
Brachii lengan atas
Antebrachii lengan bawah
Femoris paha atas
Manus tangan
Pedis kaki
“Hwahaha… Pusing aku,, tidur dulu ah..”
***
            Jam baru menunjukkan pukul 8 pagi. Tidak seperti biasanya Ogi sudah stand by di depan laboratorium anatomi. Ia sudah rapi sekali, tapi bukan waktunya ia praktikum hari ini. Dia sedang menunggu Zoa, sahabat baiknya.
“Zoa mana ya.. Kok belum datang,,”, katanya sambil melihat jam.
5 menit kemudian….
“Hai Ogi..”
“Hai Zoa..”, jawab Ogi sambil tersenyum manis.
“Aku gak bisa Ogi,,,,,,.”
“Nggak bisa..”, jawab Ogi langsung lemas.
“Nggak bisa nolak buat ikut, haha..”
“Yeyeye Lalala… Yeyeye Lalala..”
“Oke deh, tapi siapa yang satu lagi???”
“Iya ya.. siapa ya??”
Tiba-tiba…
Os. Occipitale tulang kepala belakang
Os. Temporale Tulang belakang
Os. Sphenoidale Tulang baji
Os Frontale Tulang dahi
Os Maxilla tulang rahang atas
“Sella..”, teriak Zoa dan Ogi.
“Hah.. Kalian memanggilku..”, jawab cewek yang sedang menghafalkan bagian cranium (kepala) ini.
“Iya Sell..”, jawab Zoa
“Ada apa Zoa???”
“Ayo ikut lomba KTI..”
“KTI?? Apaan itu???”
“Gubrak,, KTI gak tahu,,”, Ogi kaget.
“Nggak.. Emang apa??”, tanya Sella polos.
“Karya tulis ilmiah Sell..”
“Wah.. Mau dong ikutan…”
“Yey…”, teriak Zoa dan Ogi bebarengan.
            Sella adalah anggota terakhir yang masuk dalam kelompok KTI tersebut. Sella adalah mahasiswi peternakan yang hobinya main ke fakultas kedokteran. Mahasiswi yang satu ini memang aneh, materi yang dihafalkan pun juga tidak sesuai dengan jurusannya. Bayangkan saja, dia baru saja menghafalkan nama tulang-tulang (osteo) bagian cranium manusia. Padahal kan seharusnya dia menghafalkan tentang sapi, ayam dan sebagainya tentang hewan.
***
            Mereka kerja cepat, mereka tak mau buang-buang waktu lagi. Mereka pun mencoba mencari ide bahan apa yang bisa digunakan untuk menggantikan bensin sebagai bahan bakar utama. Mereka pun segera mencari referensi di perpustakaan kota dan searching di internet. Mereka pun menemukan ampas tebu sebagai bahan bakar yang bisa dioplos untuk mengurangi kadar bensin yang digunakan. Dari ampas tebu diperoleh etanol yang memiliki struktur yang hampir mirip dengan bensin. Mereka pun segera menyiapkan segalanya. Mulai dari ampas tebu hingga peralatan yang akan dibuat. Untuk masalah bahan-bahan Ogi menyerahkannya pada Zoa dan Sella. Sedang untuk peralatannya ia sanggup untuk membuatnya.
            Selama berhari-hari tak ada yang bisa tidur nyenyak, semua tak sabar menunggu hari esok agar percobaan ini segera selesai dan membuahkan hasil. Mereka melakukan pengamatan di rumah Sella yang lebih dekat dengan laboratorium kampus. Untuk ampas tebu sendiri mereka memperolehnya dari hasil meminta dari penjual es tebu yang dibuang begitu saja. Sedangkan peralatan yang mereka gunakan adalah hasil recycle dari panci, pipa dan bak yang serba tidak digunakan lagi.
            Pertama-tama mereka memasukkan ampas tebu, ragi beserta air dalam sebuah pipa bekas yang telah diberi penutup di bagian atas dan bawah. Namun di bagian bawah ada selang untuk mendapatkan etanolnya. Setelah 3 hari etanol dikumpulkan segera dilakukan destilasi dengan alat yang telah dibuat oleh Ogi tadi. Destilasi dilakukan di atas api yang terus membara.
            Sungguh perjuangan mereka sangat besar. Mereka melakukan destilasi ketika hujan deras tengan melanda perumahan Sella. Oh my God mereka menunggu destilasi sambil membawa paying dan menahan dinginnya air hujan karena destilasi dilakukan di luar untuk memperoleh hasil yang bagus. Namun ternyata Allah SWT berkata lain percobaan mereka gagal. Hanya sedikit etanol yang bisa keluar. Belakangan diketahui bahwa penyebabnya adalah Karena kebocoran alat. Tak patah semangat Ogi segera memperbaikinya keesokan harinya.
            Karena kegagalan itulah mereka memtuskan untuk melakukan percobaan di waktu yang tersisa. Walaupun hasilnya tetap nihil hasil etanol untuk pendestilasian kedua lumayan banyak, maka diputuskan untuk mendestilasi ulang untuk memperoleh kualitas etanol yang baik. Pendestilasian kedua dilakukan di laboratorium kimia kampus. Zoa dan Sella bertugas mengamati percobaan karena ketika itu Ogi sedang ada ujian. Namun tiba-tiba,, “PRAKKK” tempat pendstilasinya pecah dan semua etanolnya tumpah,, Astaghfirulloh.. Zoa dan Sella langsung mengambili setitik demi setitik dari etanol tersebut. Mereka pun melanjutkan destilasi dengan sisa etanol.
            Ketidakputusasaan itulah yang membuat dosen pembimbing mereka Ibu Cardiovasculer memberikan semangat yang tidak habisnya dan penghargaan buat mereka bertiga. Begitu juga dengan Mas Lobus sang penjaga Laboratorium, ia begitu kagum dengan kegigihan ketiga anak ini. Tak ayal ini membuat ia memberikan bantuan pada Zoa, Ogi dan Sella ketika percobaan, bahkan pernah mereka diajak ngobrol bersama untuk mengusir ngantuk.
            Selesai melakukan penelitian mereka membuat laporan hasil penelitian mereka. Untuk masalah ini Zoa yang memimpin, walaupun ketuanya Ogi untuk menangani masalah ini Zoa lah ahlinya. Karena Zoa KTI ini selesai dalam waktu kurang lebih 3 hari. Namun sebelum dikumpulkan mereka minta pertimbangan Dosen Pembimbing kedua mereka Ibu Neurotransmitter, beliau adalah salah satu pemenang lomba KTI tingkat Dosen di kampus mereka. Hanya dalam waktu semalam KTI tersebut dorevisi. Karena keesokan harinya KTI nya harus dikumpulkan. Karena telah kehabisan waktu mereka mengirimkannya langsung ke tempat lomba. Semua butuh perjuangan, untuk mengantarkan berkas mereka menemui banyak halangan dan rintangan. Namun mereka tak surut, mereka tetap semangat untuk mengirimkan berkas mereka ke tempat tersebut dengan selamat.
***
            Pada akhirnya mereka BELUM MENANG. Mengapa belum menang??? Mereka yakin jika suatu saat nanti mereka akan menang, maka dari itu mereka tetap semangat untuk berkarya dan melakukan penelitian. Karena bagi mereka “Masih banyak jalan menuju Roma” (Ogi, Zoa, Sella).
            Hingga cerita ini dibuat tak satupun dari mereka yang berhenti berkarya walaupun telah terpisah jarak dan waktu. Kenangan bersama melakukan penelitian ilmiah ini tak akan pernah mereka bisa lupakan hingga akhir hayat mereka.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar